Kopi Mencegah Step Pada Bayi?


Pertanyaan:
Dok, anak saya perempuan umur empat tahun. Kalau badannya panas tinggi, selalu timbul kejang. Saya khawatir dengan kejang yang dideritanya. Saya juga cemas jika anak saya ternyata kena epilepsi. Bukankah penderita epilepsi juga mengalami kejang?

Ketika saya periksa ke dokter langganan, dokter menenangkan saya. Kata dokter anak sakit anak saya sakit kejang karena demam infeksi tenggorokan dan bukan epilepsi. Apakah yang dimaksud dengan penyakit kejang karena demam itu?

Apakah bisa terulang kembali? Apakah anak saya dapat menjadi sakit epilepsi karena kejang demam itu?Bagaimanakah cara mencegah supaya anak saya tidak kejang? Menurut neneknya sebaiknya anak saya diberi kopi supaya tidak kejang. Itu dibuktikan dengan pemberian kopi dalam jumlah kecil pada anak yang sering kejang dan katanya berhasil meredakan kejang itu. Apakah pendapat ini benar?

Mohon jawaban dan penjelasan.

Ny Fitri, Kediri



Jawaban:
Ibu Fitri, yang dimaksud dengan penyakit kejang demam yaitu kejang yang terjadi pada saat suhu tubuh meningkat. Kejang seperti ini dapat timbul pada umumnya dalam 16 jam sewaktu panas muncul.

Pada umumnya lamanya kejang kurang dari 15 menit kemudian berangsur mereda. Penyebab kejang itu pada umumnya infeksi di luar jaringan otak. Setelah kejang, penderita sadar. Kejang demam ini pada umumnya timbul pada umur enam bulan sampai enam tahun dengan puncaknya pada umur 14-18 bulan. Penyakit kejang demam dapat terulang sampai anak berusia enam tahun.

Menurut data kepustakaan didapatkan faktor keturunan keluarga yang menderita sakit kejang demam (ayah, ibu, kakek, nenek, paman, dan bibi dari ayah maupun ibu). Bagaimana dengan keluarga bapak dan ibu? Adakah yang mempunyai riwayat kejang demam?

Anak yang sakit kejang demam jarang menjadi epilepsi karena berbeda penyebabnya. Penyakit kejang demam akan menghilang pada usia enam tahun. Dicurigai sakit epilepsi apabila timbulnya kejang tanpa disertai panas atau penyebab lainnya.

Jadi, pada epilepsi, kejang terjadi tanpa ada panas badan atau sebab lain. Pada penderita epilepsi, kejang yang lama –lebih dari 15 menit-- bisa berulang. Kecurigaan epilepsi juga harus ditelusuri dari faktor keluarga. Adakah keluarga yang menderita sakit epilepsy?

Penanganannya, jangan sampai kejang berulang-ulang yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kelainan motorik, gangguan mental, dan lain-lain. Pada epilepsi, biasanya kejang terjadi tanpa didahului panas. Yang paling sering, justru penyebab kejang pada epilepsi tidak diketahui.

Cara mencegahnya supaya putri Ibu tidak kejang lagi, saya anjurkan Ibu membawa putrinya ke dokter spesialis anak setempat untuk mendapatkan resep obat penurun panas dan obat antikejang sebagai persediaan obat di rumah.

Pertolongan pertama apabila putri Ibu menderita panas harus diketahui agar kejang demam pada anak tidak berulang dan tidak menimbulkan dampak lain.

Berilah obat penurun panas dan antikejang segera. Jangan tunda pemberian obat itu supaya suhu tubuh segera turun dan tidak terjadi kejang.

Apabila suhu tubuh bertambah meningkat dapat diberikan obat antikejang yang diberikan melalui anus (dubur). Usahakan panas badannya menurun. Perlu diketahui, sekarang ada obat penurun panas dan antikejang yang dapat diberikan melalui anus. Cara bekerja obat itu cepat sehingga panas badan segera turun dan kejang tidak berulang. Obat itu dapat diperoleh dengan resep dokter.

Kompres badan anak dengan air biasa, bukan dengan air hangat. Buatlah suhu ruangan agar sejuk. Jika ada pendingin ruangan, nyalakan supaya ruangan lebih sejuk.

Jika anak tambah menggigil dan ujung tangan dan kaki dingin berilah sarung tangan dan kaki. Akan tetapi, tidak dianjurkan menyelimuti badan anak dengan selimut yang tebal karena panas badan justru akan meningkat. Juga tidak dianjurkan memberikan minyak oles apapun pada badan anak karena minyak justru akan menutup pori-pori kulit yang mengakibatkan panas tidak bisa keluar.

Dianjurkan minum air yang cukup karena kebutuhan air akan meningkat pada suhu badan yang meningkat. Meski biasanya anak enggan minum, upayakan agar anak banyak mendapat banyak minum. Dengan banyak minum, maka panas akan keluar bersama air keringat, kencing, dan pernapasan.

Jika anak sering kejang, tidak dianjurkan memberikan minum kopi seperti yang sering dianjurkan orang. Itu karena kopi akan menyebabkan detak jantung berdebar-debar, gelisah, dan anak tidak bisa tidur. Padahal pada anak yang badannya panas, detak jantungnya sudah meningkat. Kopi tidak mencegah timbulnya kejang.

Demikianlah jawaban kami. Semoga bermanfaat.

Sumber: Tribun


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda